HARI SUCI

● Klasifikasi Waktu Pelaksanaan Hari Suci Keagamaan
Agama Hindu memiliki hari suci keagamaan. Hari-hari suci tersebut jumlaah,jenis, makna dan tujuannya beraneka ragam. Hari suci Hindu berdasarkan perhitungannya dapat dibedakan atas dua klompok besar yaitu:
A. Hari – hari suci berdasarkan perhitungan sasih /masa atau bulan.
B. Hari – hari suci perhitungannya berdasarkan pawukon.
Disamping dua hal kelompok diatas, untuk menentukan baik buruknya hari (warige dewasa ) tidak terlepas dari petunjuk sastra suci weda (Wedangga) bagian jyotisa yaitu astronomi menurut Weda. Dimana hal tersebut berpatokan / berpedoman pada perkembangan perubahan situasi alam semesta seperti iklim dan musim. Di Bali baik buruknya hari telah terrefrensi dalam beberapa lontar wariga antara lain Lontar Wariga Krimping, Lontar Wriga Gemet, Lontar Ala Ayuning Sasih,dsb.
A. Hari Suci Berdasarkan Perhitungan Sasih, Masa/Bulan.
Hari – hari suci berdasarkan sasih yaitu :
1. Purnama, Bulan dalam keadaan penuh terlihat dari bumi (nemu gelap). Berkaitan dengan purnama yang dianggap baik adalah Tigolas (penanggal ketiga belas), Purwani (penanggal keempat belas). Purnama adalah penanggal kelima belas.
2. Tilem, bulan mati, dimana bulan pada puncaknya tidak terlihat. Tilem adalah pengelong ping lima belas. Purnama ke purnama memakan waktu 30 hari (atau sebaliknya ). Purnama ketilem memakan waktu 15 hari (atau sebaliknya ).
3. Purwaning tilem kepitu yaitu hari Siwa Ratri.
4. Tilem Sasih Kesange yaitu pelaksanaan tawur agung dalam rangka menyambut hari raya Nyepi.
5. Penanggal satu sasih kedase adalah pelaksanaan Hari raya Nyepi
Disamping itu penentuan hari berdasarkan sasih/masa dapat dibedakan atas dua bagiaan yaitu:
a. Lahru sasih/ masa adalah musim kemarau/panas.
b. Rengreng masa/sasih adalah musim penghujan.
Sasih/masa perbandingannya dengan bulan masehi sebagai berikut:
1. Sasih Sarwanja atau Sasih Kasa – Bulan Juli.
2. Sasih Badrawada atau Sasih Karo – Bulan agustus.
3. Sasih Asuji Atau Sasih Ketiga – Bulan September.
4. Sasih Kartika atau Sasih Kapat – Bulan Oktober.
5. Sasih Margasira atau Sasih Kelima – Bulan Nopember.
6. Sasih Posya atau Sash Kenem – Bulan Desember.
7. Sasih Magha atau sasih kepitu – Bulan Januari.
8. Sasih Phalguna atau Sasih Kawulu – Bulan Februari.
9. Sasih Caitra atau Sasih Kesange – Bulan Maret.
10. Sasih Waisaka atau Sasih Kedasa – Bulan April.
11. Sasih Jyesta atau Sasih Desta – Bulan Mei.
12. Sasih Ashada atau Sasih Sada – Bulan Juni.
Pengaruh peredaran atau perputaran alam terhadap kehidupan di alam tercermin pada baik buruknya hari seperti tersebut diatas.
- Lahru masa adalah musim panas atau kemarauyaitu berlangsung antara sasih waisaka, sasih kedasa sampai sasih ketiga (sekitar bulan april sampai bulan september).
- Rengreng masa adalah musim hujan yang berlangsung antara sasih kapat sampai sasih kesanga (sekitar bulan Oktober sampai bulan Maret).
Sasih masa yang ditetapkan sebagai hari suci / hari besar agama Hindu serta makna yang terkandung didalamnya yaitu:
a. Sasih kedasa ditetapkan sebagai awal tahun baru caka, tepatnya penanggal satu yang disebut hari Nyepi(Hari raya Hindu yang diakui oleh pemerintah menjadi Hari libur Nasional).Satu hari sebelum nyepi yakni pada Tilem Sasih Kesanga dilaksanakan Tawur kesanga ditiap perempatandesa. Sasih kesanga merupakan sasih puncak dan sasih penutup tahun caka.
b. Sasih kapat diyakini sebagai sasih/bulan yang penuh berkah (sasih mule dayuh)yang ditandai dengan mulai turunnya hujan, tanaman mulai subur, tanaman berbunga/berbuah(musim semi). Pada Purnama Kapat sering dipakai sebagai hari suci/penting untuk upacara yadnya dan melakukan punia.
c. Sasih kapitu tepatnya pada pangelong keempat belas (Catur Dasi/Kresne Paksa) atau purwaning Tilem Kapitu yang dirayakan sebagai hari Payogan Sanghayang Siwa. Pada pustaka Siwaratri Kalpa dikisahkan perjalanan Lubdaka samapai menembus Siwaloka.

Sasih Kapiytu merupakan dimana pada malamnya gelap dan puncaknya pada pangelong keempat belas, hal ini disimbulkan sebagai tujuh kegelapan yang menyelimuti jiwa manusia . Barang siapa yang berasil mengatasi kegelapan/ kebodohan, pejalanannya pasti akan sukses dalam mengarungi kehidupan.

Sasih / bulan yang baik dipakai sebagai dewasa ayu melaksanakan yadnya antara lain :
a. Sasih Kedasa : Dewa Yadnya, Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya.
b. Sasih Kapat : Dewa Yadnya, Manusa Yadnya dan Rsi Yadnya.
c. Sasih Kenem, Sasih Kapitu, Sasih Kesanga : Bhuta Yadnya.

B. Hari – Hari Suci Berdasarkan Pawukon.
Penentuan hari suci Agama berdasarkan Pawukon dapat ditempuh dengan mengelompokkan waktu atas lima bagian yaitu:
1. Klompok Buda Kliwon
2. Klompok Tumpek.
3. Klompok Buda Wage/Bude Cemeng.
4. Klompok Anggar Kasih.
5. Klompok Wuku Embang /Redite Kliwon.
Masing – Masing jumlahnya enam dalam 210 hari.
1. Buda Kliwon Sinta: Hari Raya Pagerwersi, Jadi Pagerwersi adalah benteng yang kokoh, maksudnya adalah benteng pikiran dan hati nurani agar tetap kokoh dengan kebenaran.
2. Buda Kliwon Dunggulan disebut hari raya galungan, adalah hari kemenangan dharma melawan adharma.

Hari- hari penting yang berkaitan dengan Galungan, antara lain :
- Tumpek Warige , ini sebagai awal pembukaan /awal Galungan
- Sugihan Jawa, Penyucian bhuana agung .
- Sugihan Bali, penyucian bhuana alit(diri sendiri)dengan mulat sarira.
- Penyajaan, kemantapan diri dan pikiran.
- Penyekeban, mematangkan pikiran dan kemauan untuk berbuat baik.
- Penampahan, selalu waspada terhadap sifat-sifat Rajas dan Tamas agar tidak terlepas dari dharma.
Pada saat penampahan Galungan dipancangkan penjor Galingan lengkap dengan atribut hiasan sampian, cili, pala bungkah, pala gantung, sandang, uang kepeng, sanggah yang dipersembahkan kepada Sang Hayang Giri Putri sebagai penguasa dewa kesuburan.Hari Raya Galungan dirayakan pada saat pemerintahan Sri Jaya Kasunu di Bali.
3. Buda Kliwon Pahang disebut pula Buda kliwon Pengetuakan yaitu hari lepas dan bebas akan ikatan buncal walung sebab kurun waktu antara Buda Klieon Dungulan sampai Buda Kliwon Pahang merupakan waktu mala untuk melakukan karya ayu.
4. Tumpek Landep, (Payogan Sang Hyang Pasupati) merupakan hari selamatan untuk peralatan yang terbuat dari besi, terutama yang berkaitan dengan penajaman peningkatan derajat perekonomian.
5. Tumpek Wariga(Payogan Sang Hyang Sangkara)sebagai dewanya tumbuh-tumbuhan dimana umat wajib melakukan prsembahan untuk keselamatan dunianya tumbuh-tumbuhan atau hari persembahan untuk keselamatan lingkungan hidup. Tumpek wariga juga disebut Tumpek uduh, Tumpek bubuh, tumpek pengatag dan tumpek pengarah.
6. Tumpek Kuningan yaitu hari pemujaan kepada leluhur(Arwah Nenek Moyang)yang dilaksanakan sebelum jam 12 siang.
7. Tumpek Krulut(Payogan Sang Hyang Iswara ) , Diiringi para widyedari-widyedari sebagai hari keselamatan untuk kesenian(seni tari dan seni tabuh)agar seni mempunyai taksu.
8. Tumpek Uye, (Payogan Sang Hyang Rare Angon)untuk keselamatan hewan/binatang.Tumpek uye juga disebut Tumpek kandang untuk melestarikan fauna.
9. Tumpek Wayang disebut Tumpek Ringgit yaitu selamat erhadap kesenian,terutama seni pewayangan, seni ukir , seni rupa.
10. Buda Cemeng atau Bude Wage adalah payogan Bhatara Rambut Sedana, Keselamatan untuk harta benda (mas, manik-manik dan uang)agar dapat mengendalikan harta benda pada dharma.
11. Sukre Umanis, Payogan Bhatara Sri(dewi kemakmuran) untuk menjaga kesejah teraan sandang, pangan dan papan.
12. Sabtu Umanis Watugunung, hari raya Saraswati yaitu hari turunnya ilmu pengetahuan atau kitab suci Weda pemujaan terhadap Sang Hyang Saraswati.
13. Banyu Pinaruh pada Redite Pahing Sinte, sehari sesudah hari saraswati yang bertujuan membersihkan diri, mohon panugrahan/kaweruhan Sang Hyang saraswati agar agar pengetahhuan yang diterima dapat membantu menegakkan dharma.
14. Some Pon Sinte yaitu hari Some Ribek payogan Sang Hayang Manik Galih untuk kesejahteraan dan kemakmuran sandang dan pangan.
15. Selasa Wage Sinte (Payogan Sang Hayang Mahadewa)disebut pila sabuh mas yaitu memohon kemakmuran agar memperoleh kesuksesan mendapatkan harta benda yang diamalkan untuk kesejahteraan umat manusia.
Diringkas oleh:Igede Saputra
Sumber:Buku Agama Hindu